Sawang-sinawang

>> Jumat, 04 September 2009

Dari judul diatas mungkin ada yang bertanya-tanya apa sich artinya sawang-sinawang...Hmm entah kata ini asli dari bahasa mana, namun saya pernah mendengar kata-kata tersebut dari "orang tua" (bukan ortu kandung lho, maksudnya orang yang sudah paruh baya, sudah cukup umur, ya pokoknya dah tua lah..) ;D
kira-kira arti kata tersebut mungkin "saling memandang", maksudnya bukan kita saling plotot-plototan gitu, namun lebih ke makna konotatif, yaitu melihat bukan dalam badan kita secara fisik saja, tapi lebih ke arah kehidupan kita secara ekonomi dan bermasyarakat.
Judul tersebut sengaja saya angkat, sebab dari pengalaman sering sekali ketika berjumpa dengan kawan lama yang mengetahui saya sudah bekerja pasti selalu bilang "enak banget ya sampean sekarang mas, sekolah dibayarin negara, lulus langsung dapat pekerjaan, gaji kecukupan, pokoknya udah mapan, tinggal kawinnya saja". Saya pun dengan nada santai dan canda menjawab,"ah, sama saja kok mas, sampean pasti juga akan menyusul, sekarang sampean juga kurang apa?kendaraan sudah ada, tunjangan lancar, cewek juga banyak, kurang apalagi sampean mas...hehehe".
Padahal apa yang diliat teman saya tidak selamanya tepat, yang dilihat cuma dari kulit luar saja, jadi pegawai sesungguhnya tidak selalu enak seperti yang di bayangkan kawan-kawan lho, tapi itu semua kembali pada individu, tergantung bagaimana tiap individu menjalaninya.. :d
Sawang-sinawang disini, maksudnya kebanyakan kita selalu melihat orang lain selalu lebih nyaman dari kita (kita selalu melihat ke atas), begitu pula orang yang kita lihat, belum tentu dia merasa lebih beruntung dari kita. Oleh sebab itu, mungkin pepatah sawang-sinawang memang perlu di terapkan dalam diri kita.
Saya pun sempet pernah punya perasaan ngiri jika melihat ada temen yang jam kerjanya lebih sedikit namun penghasilannya jauh diatas saya, mungkin hal tersebut wajar karena saya juga manusia biasa. Namun setelah saya pikir-pikir lagi, hidup saya ini sudah jauh lebih beruntung dari pada kawan-kawan seangkatan yang masih belum dapat pekerjaan, atau bahkan mungkin malah belum wisuda.
Jadi kesimpulannya hidup itu selalu ada suka dan duka, tidak akan ada seseorang selalu suka terus atau bahkan duka terus, oleh karenanya patutlah kita sawang-sinawang, mungkin dengan begitu kita akan selalu mensyukuri terhadap apa yang telah kita terima..
semoga.. :D

0 komentar:

Poskan Komentar

  © Blogger template Webnolia by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP